Minggu, 02 September 2012

Mengenang Neil Armstrong, Manusia Pertama di Bulan

Dengan satu langkah kecil menuruni tangga, Neil Armstrong menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di bulan pada 20 Juli 1969, menjadikannya orang Amerika yang paling dipuji dari persaingan ruang angkasa pada masa Perang Dingin.

Dengan langkah itu, Armstrong, yang kematiannya diumumkan pada Sabtu, meletakkan tapak manusia pertama di luar angkasa dan dengan cepat menjadi pahlawan – status yang ia perjuangkan.


Kata-Kata pertama Armstrong setelah menapakkan langkah di permukaan bulan sejak terukir di dalam sejarah: “Sebuah langkah kecil bagi seorang laki-laki, satu lompatan raksasa untuk umat manusia.”

Sekitar 500 juta orang menonton siaran hitam putih buram yang menampilkan Arsmtrong, yang berpakaian dalam setelan putih ruang angkasa, melangkah hati-hati di permukaan bulan.
Sebagai komandan misi Apollo 11, Armstrong juga melaporkan ke pihak kontrol misi modul pendaratan sukses. “Houston, basis Tranquility di sini, pesawat Eagle sudah mendarat,” katanya.

Bergabung bersama sesama astronot Buzz Aldrin, Armstrong menghabiskan sekitar dua setengah jam menjelajahi pemandangan di sekitar tempat pendaratan, menggambarkan permukaan bulan seperti bubuk arang.



“Saya bisa mengambilnya dengan kaki saya,” katanya.

Presiden AS berikutnya, Richard Nixon, menandai kejadian tersebut dalam apa yang ia gambarkan pada saat itu sebagai “panggilan telepon yang paling bersejarah yang pernah dibuat.”

Astronot itu kembali ke bumi pada 24 Juli 1969, mengakhiri perayaan misi Apollo, usaha kedua dan terakhir Armstrong ke ruang angkasa.

Pada September 1966, Armstrong terbang dengan David Scott pada misi Gemini 8 yang terkait dengan pesawat ruang angkasa tak berawak Agena Target Vehicle (ATV) dalam perkaitan pertama yang pernah ada dari dua pesawat luar angkasa.

Lahir di Wapakoneta, Ohio pada 5 Agustus 1930, Armstrong telah tertarik dengan pesawat udara dan bekerja di sebuah bandara terdekat saat ia masih remaja.

Ia mengambil pelajaran penerbangan pada usia 15 dan menerima lisensi pilotnya pada ulang tahunnya yang ke-16.

Ia belajar Aeronautical Engineering di Purdue University, Indiana, dan kemudian meraih gelar Master of Science dalam Aerospace Engineering di Universitas Southern California.

Pada 1955, ia menjadi pilot penguji di High-Speed Flight Station di Edwards Air Force Base di California, tempat ia menerbangkan sekitar 50 jenis pesawat.

Tujuh tahun kemudian, Armstrong dipilih oleh National Air and Space Administration untuk berlatih sebagai seorang astronot di Houston, Texas.

Setelah pensiun dari NASA pada 1971, Armstrong mengajarkan teknik antariksa di Universitas Cincinnati selama hampir satu dekade dan bekerja di beberapa dewan dari sejumlah perusahaan, termasuk Lear Jet, United Airlines dan Marathon Oil.

Meski ketenarannya mendunia, manusia penjelajah bulan pertama itu menyingkir dari pusat perhatian.
Dalam sebuah wawancara langka, Armstrong mengatakan kepada jaringan CBS pada 2005, bahwa dirinya merasa tidak pantas mendapat perhatian dari yang ia terima mengenai menjadi orang pertama di bulan.

“Saya tidak dipilih untuk menjadi yang pertama. Saya hanya dipilih atas perintah penerbangan. Keadaan menempatkan saya dalam peran tersebut,” katanya. emang sih lihat dibawah.

Ikon penjelajah ruang angkasa itu juga menyangkal klaim dari teori konspirasi pendaratan di bulan sebagai kebohongan besar atau bahwa ia menjadi seorang Muslim setelah mendengar panggilan Islam untuk melakukan ibadah sholat di bulan.(kn/ml)

Sumber:  Washington (AFP/ANTARA)  http://id.berita.yahoo.com/



“Ooo …. ternyata Pak Slamet duluan yang sampe di bulan yaa … ?!
bukan Neil Amstrong …. walaaaahh ….. “
Pak Slamet:Sampeyan mau beli te .. sate … Pak?

Sumber: http://musadiqmarhaban.wordpress.com/


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar